![]() |
| Foto: Pixabay |
Nah ini baru namanya aparat berwajib yang super keren. Betapa tidak? Mereka, baik dari pihak kepolisian, maupun tentara, bahu-membahu mendukung rakyat melalui para mahasiswa dan masyarakat saat berunjuk rasa di depan pagar bangunan istana negara dan kantor perwakilan rakyat. Karena kedua bangunan itu bersebelahan, demonstrasinya pun terpusat di satu titik.
Para aparat berwajib itu sadar betul bahwa kekuasaan tertinggi di tangan rakyat. Bahkan, mereka tidak malu mengakui rakyat lah yang memberikan penghidupan di negara ini. Ya, dengan pajak. Tanpa adanya pajak, tak ada pula yang namanya eksistensi negara meski sudah merdeka sekalipun.
Nah, adapun tuntutan mahasiswa dan masyarakat tersebut ialah turunkan harga bahan bakar minyak dan hentikan program-program pemborosan anggaran pengeluaran negara.
Selama demonstrasi berlangsung, mahasiswa dan masyarakat kompak menyuarakan kedua tuntutan itu. Sedang presiden dan juga ketua perwakilan rakyat berkenan menemui para demonstran. Mereka berdua mendengarkan dan menampung segala tuntutan yang ada.
Ini jauh berbeda sekali dengan Negara Kondolan yang semua aparat berwajibnya lebih memilih perintah presiden di sana. Itulah sebabnya, setiap kali ada demonstrasi di negara tersebut, pasti terjadi bentrokan hebat antara para demonstran versus aparat berwajib. Parahnya lagi, pernah ada komandan militernya yang memerintahkan kepada para bawahannya untuk menghabisi para demonstran. Alhasil, waktu itu ada yang tewas dan ada pula yang hilang.














