Sunday, May 24, 2026

Militer Indonesia Dibidik Parlemen Eropa

Ilustrasi: Pixabay 

Bisa dikatakan militer Indonesia menjadi buah bibir di antero dunia. Termasuk Parlemen Eropa (PE). Salah satu lembaga utama Uni Eropa yang berfungsi sebagai badan pembuat undang-undang ini menyoroti kasus pelanggaran HAM oleh militer Indonesia.

Lebih detail lagi mengenai kasus pembela HAM Andrie Yunus dan pembela lingkungan Muhammad Rosidi. Secara garis besar Parlemen Eropa menginginkan pihak Indonesia benar-benar mengadili para pelaku dan dalang utamanya tanpa campur tangan militer. 

Lantas apakah Pemerintah Indonesia bereaksi terhadap fenomena ini? 

Kalau diperhatikan, sebenarnya inilah momen penting bagi Presiden Prabowo Subianto unjuk gigi. Sebagai seorang presiden, idealnya dapat memenuhi tuntutan Parlemen Eropa tersebut. Bayangkan seandainya Presiden Prabowo berhasil menangkap, mengadili, dan menghukum dalang utamanya, pastilah semua manusia di bumi ini akan salut kepadanya. 

Orang-orang tentu akan menaruh hormat luar biasa kepada Presiden yang terkenal dengan makan bergizi gratis itu. Tetapi, bagaimana jika sebaliknya? Semua manusia di bumi akan meremehkannnya, bahkan tidak akan ada lagi yang mau memandangnya dengan hormat meski sepersekian detik saja.


Saturday, May 23, 2026

Era Soeharto Menuju Ekspor Pesawat Canggih, Era Prabowo Ekspor Bahan Mentah

Ilustrasi: Pixabay 

Ada pihak yang mengatakan bahwa kritik ke Prabowo merupakan usaha menjadikan Indonesia sekarang ke era pak Harto. Lebih detailnya para pengkritik menginginkan Indonesia sebagai bangsa yang ekspor barang atau bahan mentah yang nilai ekonominya tidak sebanding jika sudah menjadi produk baru siap pakai.

Padahal ketika era pak Harto, Indonesia sudah mampu membuat pesawat terbang sendiri. Diketahui N 250 Gatot Kaca laris manis waktu itu. Pesawat buatan B.J. Habibie sudah dipesan 200 unit, tetapi gagal produksi massal karena pihak luar negeri tidak menginginkan Indonesia maju. 

Selain pesawat terbang, pada era Soeharto, Indonesia juga sudah membuat mobil yang dikerjakan bersama Korean Selatan. Mobil tersebut dinamakan Timor. Nasibnya pun sama.  

Di samping keduanya, teknologi canggih lainnya yang diproduksi saat Orde Baru adalah, Sepeda Motor Ekstra Prestasi Bangsa (SMI Expressa). 

Nah, sedangkan pada era sekarang, Prabowo Subianto begitu bangga Indonesia mengekspor bahan mentah semisal beras ke Malaysia. Ya, mentah. Dan, untuk itu sang presiden melibatkan TNI dan Polri di medan pertanian.

Kalau boleh jujur, ini sebenarnya merupakan sebuah kemunduran. Dari yang sudah memproduksi pesawat terbang canggih, menuju ke praktik tradisional. 

Gaji Guru Honorer Kecil, tapi Gaji yang Lain Besar

 

Ilustrasi: Pixabay 

"Sedang ngapain, Mir?"

"Baca berita."

"Soal apa?"

"Gaji guru kecil."

"Honorer?"

"Di sini ga disebutin sih."

"Cuma ditulis guru gitu?"

"Ya."

"Kayaknya itu yang masih honorer deh Soalnya kalo yang udah pegawai negeri sipil udah besar, apalagi ditambah tunjungan sertifikasi dan tunjangan nilainya."

"Sepertinya emang gitu."

"Lalu apa lagi katanya?"

"Di berita ini dikutip kata-kata Presiden Prabowo yang menyebutkan bahwa gaji guru kecil karena kekayaan Indonesia bocor ke luar negeri hingga 343 miliar dolar AS selama 22 tahun dari 2004 sampai dengan 2026. Tapi, ada yang membuatku bingung."

"Pada bagian mananya?"

"Pada kebocoran yang masih terjadi, yakni setelah pak Prabowo jadi presiden, pemerintah menaikkan gaji para hakim dan juga membuat beragam program yang menelan begitu banyak rupiah, tapi gaji guru termasuk yang honorer tidak naik?"

"Iya sih. Itu memang membingungkan. Logikanya kalau memang kebocoran masih terjadi, pemerintah harus menghemat anggaran belanja negara. Idealnya, sama sekali tidak menaikkan gaji pegawai apa pun termasuk para hakim. Juga tidak menjalankan program dengan dana raksasa seperti makan bergizi gratis (MBG)."

"Berarti, pemerintah tebang pilih. Gaji guru tidak naik, sedangkan gaji pegawai lainnya dinaikkan dan ada pemborosan anggaran negara dalam beragam program tersebut."

"Benar sekali katamu."

Beberapa waktu kemudian keduanya tampak mematung di bawah pohon beringin tua dekat jembatan kayu bercat sewarna laut dalam. 

Friday, May 22, 2026

Indonesia Jadi Target? AS Wajib Lawan RRC terlebih Dahulu!

 

Ilustrasi: Pixabay 

Sebagian pihak cemas kalau-kalau Amerika Serikat (AS) menargetkan Indonesia setelah Venezuela dan Iran. Ketika isu itu berembus, tambang emas di Papua sudah menjadi milik negeri Paman Sam sejak lama. Lalu mereka rela menyerahkan  51% saham PT Freeport kepada Indonesia. Artinya, AS tidak perlu mengambil alih wilayah Indonesia seratus persen. Bisa dikatakan wilayah yang belum mereka kuasai saja. Sebutlah satu contohnya Kalimantan. Dan, itu pun harus diperjuangkan dengan melawan negara yang dikabarkan sudah berhasil menguasai sebagian wilayah Indonesia. 

Entah benar atau tidak, kata sebagian pihak, Republik Rakyat Cina (RRC)  lah negara yang dimaksud di atas. Tahun 2017, misalnya, pihak RRC menerjunkan peneliti dari Hong Kong di Kalimantan. Tujuan penelitian itu untuk mengetahui bagaimana sikap masyarakat pribumi Kalimantan terhadap orang-orang Cina. Pertanyaan yang segera muncul waktu itu adalah, mengapa bukan peneliti Jakarta? Padahal konteks penelitian tersebut ialah terkait pemindahan manusia Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Benar, secara lebih detail yang akan dipindahkan yaitu para PNS dan ASN Jakarta, bukan orang-orang RRC. Sejak saat itulah sebagian pihak khawatir akan adanya eksodus manusia Cina ke IKN dengan dalih investasi plus penggunaan tenaga kerja mereka.

Pertanyaan logisnya, mampukan AS mengusir kekuatan RRC dari Indonesia?

Kalau kita flashback ke beberapa puluh tahun lalu, AS juga harus berjuang melawan Belanda untuk bisaa menguasai wilayah emas Papua. Kala itu mereka berhasil. Lantas, apakah kali ini mereka juga akan berhasil menguasai Indonesia secara keseluruhan?

Jika Presiden Kita Warga Negara Asing Pasti Keren

 

Ilustrasi: Pixabay 

"Kalau udah tuwir, sama aja bo-ong."

"Eh tunggu dulu. Andy Lau masih keren lho meski udah kepala enam."

"Nanggung amet lu. Kenapa ga sekalian Lee Min-ho atau Siwon aja?"

"Bener. Selain muda, kegantengan mereka benar-benar bikin hati meleleh."

"Tua muda boleh lah asal ngga gendut."

"Eh cowok gendut itu bikin hepi tauuu. Gimana ya njelasinnya? Pokoknya keren abis deh kayak Kim Jong-un dengan perut buncitnya yang aduhai."

Seketika tawa gadis-gadis itu pecah tanpa batas.

"Bye the way,  mungkin ga sih suatu waktu kelak presiden kita warga negara asing yang keren?"

"Kata guwa, mungkin banget. Liat aja sekarang, warga negara Australia, Luke Thomas Mahony, ditunjuk sebagai Direktur Untuk PT Danatara Sumberdaya Indonesia. So, lambat laun presiden kita bisa aja WNA."

"Betul banget kata lu. Guwa setuju seribu persen. Coba kalian pikir, Indonesia kurang apa coba? Para ahli banyak, tapi yang jadi dirut malah orang asing dengan segala alasan. Nah, kelak pun ada kemungkinan besar kita bakal memiliki presiden kek gitu juga. Semoga aja ganteng dan ngangenin."

"Terus dia bakal bawa anak, ponakan, dan para keluarganya yang lain dengan kegantengan super duper mantap untuk dijadiin pejabat di negara kita."

"Duuuuuh udah ga sabar deh punya presiden dan para pejabat WNA.yang bikin semangat hidup guwa menggebu-gebu."

"Kapan ya?"

"Besok!" 

Dan, sekali lagi tawa mereka pecah tumpah ruah di sana.

***




Presiden Bernurani Pasti Menolak Zionisme

Ilustrasi: Pixabay 

Ya, meski seorang penganut Yahudi sekalipun, pastilah presiden tersebut menolak gerakan politik zionis. Sebab, Zionisme sama sekali tidak bernurani dan juga tidak mewakili orang Yahudi. Gerakan politik ini banyak dipengaruhi imperialisme Eropa. Itulah sebabnya, bisa dikatakan orang-orang zionis merupakan para penjajah perebut tanah bangsa lain secara permanen dan sangat kejam.

Nah pertanyaannya, bagaimana kalau ada seorang presiden yang dikenal sebagai seorang muslim, tetapi mendukung Zionisme? 

Mungkin banyak orang berpikir mustahil seperti itu. Namun, faktanya ada. Bahkan, presiden tersebut menjamin keamanan Israel (negara zionis). 

Atau, mungkinkah diam-diam dirinya seorang Yahudi yang sekaligus juga bagian dari Zionisme seperti Presiden Benyamin Netanyahu? 

Kemungkinan apa pun bisa jadi benar adanya. Yang pasti, dirinya tak bernurani. Bagaimana bernuranii? Jelas-jelas Israel menjajah Palestina dengan sangat kejam malah dia dukung. 

Ini jauh berbeda dengan Presiden Korea Selatan yang begitu mendukung penuh penangkapan Presiden Israel, Benyamin Netanyahu. 

Sebagai seorang presiden, Lee Jae-myung tak habis pikir, bagaimana bisa Israel menyita, menangkap, dan menahan kapal negara ketiga yang membawa relawan termasuk warga Korea Selatan yang bermaksud mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina. 

Sekadar informasi tambahan, tentara Israel menangkap para relawan armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang di dalamnya juga ada warga negara Korea Selatan dan Indonesia saat mereka menuju Gaza antara tanggal 18--20 Mei 2026. 

Thursday, May 21, 2026

Agen Asing sebagai Musuh Semu Ciptaan Pemerintah

 

Ilustrasi: Pixabay 

"Kamu agen asing ya?"

"Kok kamu nuduh aku kek gitu sih?"

"Yaaaa soalnya kamu vokal banget ngritik pemerintah."

"Aneh kamu. Masa sih gara-gara aku ngritiik pemerintah langsung dikira agen asing?"

"Siapa tahu aja."

"Emang kamu dapat pemikiran kek gitu dari mana?"

"Dari pemilik akun-akun di medsos."

"Apa kata mereka?"

"Agen asing berseliweran mengkritik pemerintah. Misalnya pecinta lingkungan hidup dan pembela hak asasi manusia."

"Kamu udah cek pemilik akun-akun itu sebenarnya siapa?"

Pardio menggeleng sambil menatap sepasang mata pacarnya itu.

"Gini-gini, aku jelasin. Pertama, aku ngritiik pemerintah karena mereka mengenai pajak untuk buku-buku fiksi. Kamu, 'kan tahu aku seorang novelis. Wajar kalau aku ngritik. Soalnya, dengan pajak seperti itu, harga buku karyaku di toko buku jadi naik dan imbasnya penjualannya lesu."

"Terus yang kedua?"

"Kedua karena pemerintah antikritik. Nah, soal agen asing itu sebenarnya ya wujud dari sikap pemerintah yang maunya sesuka hati tersebut. Mereka tidak mau rakyat kritis. Itulah sebabnya, mereka memfitnah para aktivis di semua sektor dengan istilah agen asing.."

"Tujuannya?"

"Sangat jelas, yakni supaya masyarakat membenci dan menghindari semua perkataan dari para pengkritik pemerintah. Dalam hal ini diharapkan masyarakat luas langsung berpikir bahwa kritik yang ditujukan ke pemerintah dibangun atas dasar kepentingan politik semata."

Kali ini pria berambut cepak itu terdiam.

"Udah paham, 'kan sekarang?"

"Ya. Kesimpulannya pemerintah sengaja membangun musuh semu dengan nama agen asing untuk melanggengkan kekuasaan mereka dan agar bisa bertindak sebebas-bebasnya."

Park Ji-won terlihat tersenyum.

Keduanya lalu sama menikmati ramyeon yang baru saja tersaji di sebuah meja rumah makan sore itu.

***