Tuesday, October 20, 2026

Kebebasan Berpendapat, Kata "Bajingan" hanya Milik Presiden

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Presiden Gen Moy Doh di Republik Lu De Men kerap melontarkan kata-kata tak pantas di muka umum. Sebutlah kata 'liyuhati" yang berpadanan dengan kata 'bajingan' dalam bahasa kita. Itu tentu tidak baik. Bisa dikatakan menjadi contoh buruk untuk para demonstran, misalnya."

"Benar sekali. Mahasiswa jangan sampai menggunakan kata 'liyuhati ' saat berunjuk rasa. Sebab, kebebasan berpendapat tidak boleh menggunakan kata tersebut."

"Dan, idealnya sebagai presiden, dia menghindari penggunaan kata yang demikian."

"Ya. Tapi, mau bagaimana lagi? Wujud fisiknya sajai mirip hantu, jadi wajar kata-katanya meresahkan sekali."

***

Monday, October 19, 2026

Bos Sawit Marah, Video Tanam Pohon Dihapus

Ilustrasi Chatgpt 

"Ini benar-benar di luar kemanusiaan. Bos besar yang menjajah Republik Du Lur Ku benar-benar marah karena hutan yang dia bakar malah ditanami pohon mangga."

"Lho bukannya bagus ya ditanami pohon jenis itu?"

"Presiden Si Sin Ting yang memimpin Republik Mong menginginkan lahan subur setelah dibakar itu ditanami sawit. Karena, memang begitulah rencananya di Republik Du Lur Ku."

"Jadi pembakaran hutan dan lahan di Republik Du Lur Ku itu sebenarnya atas perintah Presiden Si Sin Ting untuk menanam sawit?"

"Ya. Dia memerintahkan Presiden Gem Uk Lay untuk melakukan keduanya."

"Pantas saja video penanaman pohon jagung langsung dihapus di platform Douping Jin."

"Tapi, aku yakin rakyat di Republik Du Lur Ku kian banyak yang menanami pohon mangga untuk mencegah penanaman sawit."

"Semoga saja begitu."

***

Media Sosial Musuh Pemerintah?

 

Ilustrasi Pixabay 

"Khusus pemerintah yang berkuasa sekarang memang benar bahwa media sosial adalah musuh mereka."

"Sebab, pemerintahnya jahat dan layak dihukum mati, terutama presidennya yang tak punya empati itu."

"Republik Ka Di Yang dengan Presidennya yang tua sekali dan bernama Presiden Jang Krik Dan tersebut sungguh sedang kacau sekali."

"Semua kritik dianggapnya kejahatan. Padahal dialah yang selalu melakukan kejahatan."

"Sebutlah pembakaran hutan dan lahan . olehnya melalui tangan-tangan kotor di lapangan."

"Dan, semua konten soal pembakaran hutan dan lahan yang dipublikasikan di media sosial dihapusnya melalui kementerian media jalang.'

"Bahkan si tua berbau busuk itu menganjurkan rakyatnya untuk memboikot seluruh media sosial sejak tahun 7098 ini."

"Halloooo! Hari gini masih ada aja manusia gila yang demikian."

"Gila akut parah."

"Ha ha ha.ha!"

***

Friday, October 16, 2026

Kamu Bilang Gratis? Kalau dari Subsidi BBM dan LPG Namanya Tidak Gratis!

 

Ilustrasi Pixabay 

"Pemerintahan Republik Alas Kan benar-benar melakukan pembohong internasional."

"Gimana-gimana? Pembohongan internasional?"

"Ya. Presiden Gen Tong Wir sudah berbohong kepada seluruh penghuni bumi bahwa yang sebenarnya tidak gratis disebutnya gratis."

"Tunggu-tunggu! Ini soal minim bir gratis itu ya?"

"Nah tepat sekali! Di republik itu anggaran di bidang lain dipangkas untuk membeli bir yang akan dibagikan kepada rakyat. Padahal uangnya dari pajak yang sudah disalurkan di bidang-bidang lain itu semisal untuk subsidi BBM dan LPG. Alhasil, harga BBM dan LPG naik di pasaran. Rakyat rugi dua kali. Pertama rugi karena uang pajak mereka dipakai untuk mabuk-mabukan dan kedua rugi karena harga BBM dan LPG naik. Pastinya mereka harus mengeluarkan uang lebih banyak."

"Dan, tentunya jika harga keduanya naik, semua barang dan jasa di sana pasti juga akan naik."

***

Thursday, October 15, 2026

Hape dan 50 Ribu Gratis? Pajak akan Digratiskan JUGA KAH?

Ilustrasi Chatgpt 

"Presiden kita, Presiden Ku Bi Jak, jauh lebih bermartabat daripada Presiden Ja Dul di Republik Bom Sai Pung."

"Ini soal apa?"

"Soal memperlakukan rakyat. Pemerintah Republik Bom Sai Pung akan ada pembagian hape gratis dan juga pemberian uang 50ribu Gemuk untuk rakyat di sana."

"Wah berarti Presiden Ja Dul itu masih hidup pada zaman dahulu kala saat dirinya masih anak-anak. Anak-anak memang suka mendapatkan hadiah dan itu yang dia jadikan patokan untuk mengambil keputusan dalam memimpin negeri."

"Payah sekali Presiden Ja Dul tersebut. Padahal rakyatnya sudah pintar. Mereka tahu betul bahwa tidak ada yang gratis. Semuanya dibayar oleh rakyat dengan pajak."

"Benar katamu, kecuali jika pajak digratiskan. Saat rakyat tidak lagi membayar pajak, maka kata gratis akan berlaku."

***

Wednesday, October 14, 2026

Bantuan Asing Tak Direspon agar Lahan Sawit Baru Terpenuhi

 

Ilustrasi Pixabay 

"Pastinya memang seperti itu. Bagaimana mungkin Presiden Peng Hia Nat merespon bantuan dari Republik Ma Ja Ya."

"Jika direspon, tentunya tak mungkin berupa penolakan karena Republik Ma Ja Ya terdampak kabut asap parah dari Republik Ger Ha Na yang dipimpin Presiden Peng Hia Nat itu."

"Itulah sebabnya tidak direspon. Kalau bantuan diterima, maka api akan segera padam dan target penanaman sawit tidak memenuhi harapannya karena lahannya kurang."

"Sebenarnya masih berapa juta hektare lagi kah hutan yang belum mereka bakar untuk pemenuhan target tersebut?"

"Setahuku lahan yang harus dibakar untuk pemenuhan target mereka masih 20% lagi."

"Wah berarti kabut asap masih akan beterbangan dalam waktu yang lama."

"Mungkin tiga bulan atau bisa jadi akan lebih.lama lagi."

***


Tuesday, October 13, 2026

Hutan Dirusak untuk Program Sawit sebagai Bahan Biodiesel

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Di Republik Hong Pung Gung ada cara baru dalam mengolah biodiesel."

"Ah masa Presiden Lang Ka Bong yang mengatai pakar sebagai orang goblok mendapatkan cara baru seperti itu?"

"Serius. Kalau urusan uang, pria gendut yang pincang tersebut selalu punya cara jitu."

"Ah benar juga katamu. Selama hal itu menghasilkan uang, pasti dia punya caranya meskipun dia sendiri tak bisa berhitung dengan benar. Lalu apa caranya?"

"Dia merusak hutan."

"Apa?!"

"Heeey kamu tidak perlu kaget begitu sebab kebiasaan kaget hanya milik para pejabat di Republik Hong Pung Gung."

"Oh iya. Benar juga katamu. Okeey aku tidak kaget."

"Jadi hutan sengaja dia rusak."

"Dirusak dengan apa?"

"Dibakar."

"Oh tidak! Itu cara gila yang paling gila."

"Memang begitulah caranya."

"Setelah rusak?"

"Dia tanami pohon sawit."

"Kemudian buahnya menjadi bahan pembuatan biodiesel. Bajingan sekali.dia!"

"Ya, benar. Dia sungguh bajingan paling bajingan. Agar rakyat dan dunia tidak marah, dia tidak membuka hutan dengan cara menebang, melainkan dibakar dengan kesan terbakar "

"Pantas saja hutan dibiarkan terbakar berlarut-larut. Tidak ada penggunaan pesawat pengebom air untuk mengatasinya."

"Dan, rakyatnya kian sengsara."

***