Sunday, September 13, 2026

Beri Makan Rakyat Bukan Cara Mandiri

Ilustrasi Chatgpt 

"Selama itu diberi, tidak ada yang namanya mandiri."

"Itu namanya masih tergantung kepada yang memberi."

"Lalu di mana letak mandirinya?"

"Tidak ada. Yang benar adalah, para orang tua selalu membangun karakter mandiri kepada anak-anak bangsa dengan membuat mereka bisa makan sendiri, bukan diberi."

"Ya, mulai dari mengambil nasi sendiri, lauk sendiri, sayur sendiri, menyuap sendiri, menguyah sendiri, lalu pada tahap mendatang ketika sudah mampu bekerja, anak-anak bangsa mampu membeli makanan sendiri."

"Beri makan rakyat sangatlah aneh. Itu membuat rakyat tidak bekerja. Tentu akan melahirkan bangsa yang malas. Bangsa yang hanya bisa meminta-minta."

"Jadi, cara berpikir Presiden Le Mu Ping itu sungguh aneh. Bisa-bisanya dia berpikir terbalik begitu."

"Aku pikir dia sengaja merencanakan niat jahat kepada bangsa di Republik Xi Jop Kung yang dipimpinnya. Dia bukan seratus persen dari bangsa tersebut. Dirinya keturunan bangsa seberang yang memang terkenal licik."

"Aku setuju. Bangsa seberang tersebut memang sedang berencana menjadi penguasa dunia. Sehingga, mereka membuat rakyat dari bangsa-bangsa lain, khususnya anak-anak untuk berpola pikir bahwa rakyat yang selalu diberi makan merupakan cara mandiri sebuah bangsa. Padahal, jelas sekali bangsa yang mandiri adalah,.bangsa yang rakyatnya mampu mencukupi dirinya sendiri tanpa diberi makan oleh seorang pun."

"Jadi, jelas sekali saat ini mereka sedang membuat bangsa lain pemalas dan mudah dijajah."

***

Bencana Datang, Empati Presiden Hilang

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Akhirnya gunung-gunung di Republik Long Ji Kan kompak erupsi."

"Debunya sampai di tempat yang jauh."

"Kabut asap juga tak henti-hentinya diproduksi di negara berjuluk Kupu-Kupu Meriang tersebut."

"Nah kalau itu, benar-benar sudah menjadi produk kebanggaan mereka yang selalu diekspor. "

"Mereka swasembada kabut asap. Setiap.pagi tenggorokanku menjadi korban keganasannya."

"Bukan hanya kamu, aku juga menjadi korban kabut berbahaya itu."

"Tapi, ada yang lebih parah daripada kabut asap, yakni minum beracun gratis."

"Program tersebut menjadi andalan dari presiden di sana."

"Dia selalu riang gembira jika ada rakyatnya yang keracunan dan meninggalkan dunia ini."

"Empati Presiden Tau Pi Kuan itu memang tidak ada. Jadi, wajar kalau dia riang gembira atas kenyataan pahit di masyarakat."

"Apalagi dia dapat duit dengan program yang seolah-olah untuk rakyat."

"Dia pandai berakting. Dia bilang demi rakyat, tapi pajak diperluas, rakyat dipaksa membeli motor listrik sambil mengejek yang masih menggunakan motor bensin, dan anggaran kesehatan dibegal demi program jahat, misalnya. Ini sangat keterlaluan."

"Padahal dengan adanya bencana demi bencana di sana, dia harusnya berubah menjadi baik. Bukannya malah bertindak yang jauh dari empati."

***


Friday, September 11, 2026

Para Pejabat Punya Empati? Tidak Ada!

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Semua yang kulihat hanyalah perut buncit, wajah serakah, dan lupa bahwa mereka pernah dilahirkan sebagai manusia."

"Mereka tak ubahnya dahak yang membuat para pengidapnya terkulai lemas."

"Para pejabat di sana benar-benar biadab. Lebih hina daripada ular yang memakan korbannya."

"Terlebih presiden buatan yang tampak asli sebagai presiden itu. Dia sungguh selalu membuat jiwa rakyatnya kian sengsara."

"Yang ada dalam pikiran mereka hanyalah kebutuhan biologis pribadi."

"Rakyat hanyalah sapi perahan yang mereka nikmati susunya, tapi tak dikasih makanan dan minuman."

"Rakyat disuruh bayar pajak, bayar pajak, bayar pajak, dan diinjak-injak."

"Tingkah laku mereka seratus persen sama dengan Tuan Raja Komunis Utara."

"Bos dan anak buah sudah menjadi satu karakter antagonis dunia."

"Masih adakah harapan baik di Republik Sua Pin Aqyu itu?"

"Mustahil ada. Sebab, 99 persen sudah menjadi provinsi Republik Rakyat Utara."

***

Monday, September 7, 2026

Ini Periode Terakhir Penguasaan Itu, maka Tidak Boleh Gagal

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Republik Rakyat Utara tak perlu waktu lama lagi untuk menguasai sepenuhnya Republik Jang Na Pan."

"Ya. Nantinya secara de facto, Republik Jang Na Pan adalah bagian dari Republik Rakyat Utara. Statusnya setara provinsi di negara raksasa itu."

"Sungguh tidak disangka ya negara seluas Jang Na Pan dengan kekuatan militer yang lumayan besar itu bisa dikuasai tanpa kontak peperangan fisik sedikit pun."

"Republik Rakyat Utara menggunakan strategi jitu. Mereka menggunakan filsafat militer Sun Tzu. Salah satunya menang tanpa bertempur. Mereka menang melalui strategi dan persiapan yang matang. Kemenangan mereka tanpa harus terlihat dalam pertempuran fisik."

"Sungguh luar biasa. Dengan hanya menjadikan seorang agen lapangan mereka sebagai presiden boneka di Republik Jang Na Pan selama sepuluh tahun dan seorang pengkhianat yang menjadi presiden boneka juga selama dua tahun tambahan di sana, negara itu secara total menjadi wilayah koloni Republik Rakyat Utara."

"Itulah pentingnya otak dipakai."

"Benar sekali. Bukan sekadar disimpan."

***

Racun Penghilang Ingatan dari Utara?

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Kamu tentu masih ingat film Blink Twice?"

"Film tahun 2024 kemarin?"

"Yap!"

"Emang ada apa dengan film itu?"

"Yaaaa teringat aja tentang bagaimana sekelompok wanita diberikan parfum beracun agar mereka melupakan kejadian traumatis."

"Terus?"

"Terpikir nggak kemiripan film itu dengan kasus keracunan para pelajar di Negara Pra Woi Jo?"

"Tunggu-tunggu! Emmm... Ada kemiripan sih. Bahkan, kalau dipikir-pikir, kedua kasus itu secara konseptual bisa dikatakan sama. Bedanya yang satu racunnya dicampur dengan parfum sedangkan satunya di dalam minuman."

"Nah, 'kan? Aku curiga ada pihak yang sengaja membuat para pelajar di sana menjadi generasi bodoh pada masa depan."

"Masuk akal. Secara negara itu termasuk kaya dengan jumlah penduduknya yang bisa dimanfaatkan sebagai konsumen raksasa. Di negara itu juga kaya bahan tambang. Upaya penguasaan terhadap negara yang demikian pastilah sangat mungkin dilakukan demi keuntungan pihak tersebut."

***

Thursday, September 3, 2026

Samakah Racun MBG dengan Racun Pemilu?

 

Ilustrasi Chatgpt 

Di sebuah lereng gunung yang hijau permai ada sebuah kerajaan bernama Telik Wadas. Kerajaan itu dipimpin seorang raja zalim bernama Roh Mai Dah. Raja yang terkenal dengan perut buncitnya tersebut sebenarnya hanyalah raja bawahan.

Ya, ada raja lain yang berada di atasnya, yakni dari sebuah kerajaan besar dan berpengaruh. Raja besar ini bernama Si Jin Poh yang memimpin Kerajaan Kom Un Si. Setiap bulan Raja Roh wajib menyetorkan upeti kepadanya. Jumlahnya tak sedikit. Minimal seharga 100 buah pesawat tempur generasi kelima

Sungguh angka yang fantastis. Alhasil anggaran belanja Kerajaan Telik semakin defisit. Itulah sebabnya, raja buncit ini harus menggenjot pajak dari rakyatnya. Tentu saja dengan hal itu, seluruh rakyat di Telik Wadas sangat menderita. Mereka tak bisa lagi hidup nyaman. Bahkan, sudah banyak yang jatuh miskin karenanya. 

Nah, di saat kemiskinan merajela di sana, Raja Roh malah bersikeras tetap menjalankan program minum besar gratis atau disingkat MBG kepada para guru di sekolah. Program tersebut merupakan salah satu janji politiknya dan juga lahan bisnis para pengusaha dan organisasi besar yang mendukungnya.

Di samping itu, MBG juga bermasalah. Banyak  guru yang keracunan akibat minum besar gratis di sekolah mereka dan sebagian besar meninggal dunia. 

Tak pelak banyak pihak mempertanyakan apakah racun dalam minuman tersebut sama dengan racun yang digunakan untuk membunuh para penjaga keamanan saat pemilu berlangsung dua puluh tahun lalu.

Tragedi kematian senyap tersebut sangat menghebohkan dunia saat itu. Betapa tidak? Secara tiba-tiba sebanyak dua ribu penjaga keamanan yang bertugas mengamankan semua proses dan hasil pemilu mati mendadak. Pihak kerajaan beralasan karena mereka kehausan. Akan tetapi, dengan sembunyi-sembunyi sejumlah ahli racun melakukan proses otopsi kepada sejumlah mayat dan hasilnya ditemukan racun Wang Yi. Racun ini diketahui dibuat oleh ahli racun di Kerajaan Sia Sur. 

Tiga karakter racun ini yang menjadikannya sering dipakai orang adalah, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Persis seperti air minum pada umumnya. Akan tetapi, efeknya sangat mematikan. Satu tetes saja sudah mampu membuat seratus orang tewas seketika. Sifatjya senyap, tapi sangat kuat. 

Dan, hingga kini pertanyaan di otak banyak pihak tersebut belum terjawab. Entah sama? Atau tidak? 

Sama atau tidak, yang jelas dengan kematian banyak guru itu membuat dunia pendidikan di Kerajaan Telik Wadas menurun. Mungkin saja inilah tujuannya agar mutu pendidikan di sana tidak bisa meningkat sehingga para generasi mudanya tetap tidak bisa melawan penjajahan Raja Si Jin Poh dan penerusnya pada masa yang akan datang. 


Wednesday, September 2, 2026

Setan di Belakang Dua Presiden Boneka

 

Ilustrasi Pixabay 

"Setan itu bernama Si Kil Mu. Dia setan dari kalangan manusia. Kadangkala dia juga ngobrol santai bersama para setan dari golongan jin."

"Lantas apa kesukaannya?"

"Menjajah negara lain."

"Berarti dia memiliki senjata militer yang canggih."

"Bukan senjata militer."

"Kalau bukan, lalu apa?"

"Salah satunya ekonomi."

"Ekonomi? Maksudmu yang seperti apa?"

"Contohnya utang."

"Negara lain berutang kepadanya?"

"Lebih tepatnya berutang kepada negaranya. Sebab, sebenarnya dia itu seorang presiden juga, yakni di Negara Republik Rakyat Utara."

"Lalu bagaimana kalau negara itu tak mau berutang?"

"Dia akan menjadikan anak buahnya menjadi presiden boneka di negara yang akan dikuasainya."

"Bisa kamu jelaskan secara rinci?"

"Pertama, dia akan mencari cara agar presiden asli di negara target tunduk kepadanya. Misalnya dengan mendapatkan rahasia si presiden. Setelah itu dia akan mengancamnya. Kalau tidak mau menurutinya, rahasia itu bakal dibongkar ke publik. Setelah tunduk, dia akan memerintahkan kepada si presiden untuk menjadikan anak buahnya sebagai presiden selanjutnya di negara target tersebut."

"Sungguh luar biasa licik setan itu."

"Kemudian, setelah anak buahnya menjadi presiden boneka di sana, maka dengan mudah dia membuat negara itu berutang. Contohnya di Republik Sua Pin Aqyu yang berutang kepada negaranya untuk membangun jalan tol, berutang untuk membangun bandara-bandara baru, berutang untuk membangun jalur kereta cepat, berutang untuk mendirikan kota baru, berutang untuk program-program yang memboroskan anggaran belanja negara seperti program minum air kelapa gratis bagi nenek-nenek, dan berutang untuk hal-hal lainnya. Semua itu agar negara target tidak bisa membayar seluruh utang tersebut. Tahu sendiri, 'kan akibatnya? Nah itu baru utang."

"Waduh!"

"Pengerukan tambang yang hasilnya tidak dijual, melainkan diberikan gratis kepada Republik Rakyat Utara juga termasuk cara menjajah di bidang ekonomi olehnya. Coba kalau dijual, berapa uang yang masuk ke negara target. Tapi, karena tidak dijual, keuntungan itu nol besar. Semuanya untuknya."

"Apakah Republik Sua Pin Aqyu sudah100% berhasil ditaklukkannya?"

"Sebenarnya target penaklukkan atau penguasaan 100% hanya 10 tahun atau dua periode masa jabatan presiden boneka pertama, tapi, belum tercapai. Awalnya dia mau mengubah aturan di negara itu agar si presiden boneka pertama tersebut bisa lanjut tiga periode, namun gagal. Di negara tersebut masih ada tokoh-tokoh politik yang mempertahankan aturan seseorang hanya boleh menjabat presiden selama dua periode. Alhasil, dijadikanlah seseorang lainnya menjadi presiden boneka selanjutnya atau yang kedua."

"Bagaimana selanjutnya?"

"Pada periode ketiga ini lebih dititikberatkan pada pemiskinan rakyat di Republik Sua Pin Aqyu. Caranya dengan meningkatkan pajak. Secara ekonomi, rakyat di sana diperas dengan kejam. Tujuannya agar rakyat yang nantinya sudah miskin tidak akan melawan pemerintah lagi. Sebab, yang dipikirkan hanyalah urusan lapar. Saat itulah setan Si Kil Mu berkuasa total atas Republik Sua Pin Aqyu."

***