Thursday, August 13, 2026

Presiden: Kita Perlebar Senyum Rakyat

Ilustrasi Chatgpt 

Presiden heran banyak orang miskin yang masih bisa tersenyum. Dan, dengan lantang dirinya menyatakan akan memperlebar senyum mereka.

Hal itu disampaikannya dalam pidato di hadapan para pengusaha lokal, Kamis (8/9/2980). Presiden yang gemar main sepak takraw tersebut berjanji akan terus mengusir para pengusaha asing yang mengambil kekayaan alam secara sepihak.

"Saya, Uyung Tina yang kini menjabat sebagai Presiden Republik inhuganis akan merebut kembali seluruh kekayaan alam kita dari para pengusaha asing. Kalau dihitung-hitung kekayaan alam yang sudah kita ambil alih sudah sekitar 40%. Kita akan tetap berjuang hingga titik darah penghabisan agar kekayaan alam yang ada itu 100 persen menjadi milik kita sehingga tak ada lagi rakyat yang miskin di negara ini!" Presiden Uyung menegaskannya secara gamblang.

Negara yang dipimpinnya memang memiliki kekayaan alam yang berlimpah ruah. Akan tetapi, banyak yang dikuasai pihak asing. Alhasil, pendapatan negara di sana masih bertumpu pada pajak rakyat. Itulah sebabnya, presiden keturunan Timur Tengah tersebut terus berjuang mewujudkan Inhuganis mandiri dalam memanfaatkan kekayaan alam secara penuh.

Badan Riset Temukan Cara Jitu Pengaspalan Jalan

Ilustrasi Chatgpt 

"Hebat sekali badan riset di negara kita telah menemukan cara jitu pengaspalan jalan."

"Yang kudengar biayanya juga murah."

"Sangat cocok diterapkan di negara ini."

"Selain murah, cara jitu yang mereka temukan itu menghemat waktu karena pengaspalan bisa dua kali lebih cepat daripada cara terdahulu."

"Benar. Jalan di Desa Wojokoro dan Desa Maujeka sudah diaspal dengan cara tersebut dan terbukti hasilnya sangat kuat."

"Kita sangat beruntung mempunyai Badan Riset Negara. Para peneliti di sana sangatlah mumpuni."

"Dengan temuan ini pemerintah kita tidak perlu menggelontorkan dana besar untuk pengaspalan jalan-jalan, baik di kota, maupun di desa."

"Dengan begitu pajak tak perlu diperluas. Kita sebagai rakyat sangat merasa lega."

"Ini jauh berbeda dengan di negara tetangga. Kudengar badan riset mereka lebih memperkuat program pemerintah yang tidak prorakyat."

"Kalau tidak salah, mereka menemukan cara-cara pembuatan sandal jepit, kaos tangan, dan juga sabun cuci yang digunakan untuk para pekerja dalam program pembersihan kandang ayam milik negara."

"Kalau dipikir-pikir, Negara Kayang Kumo itu memang selalu bikin gemes.'

"Ah, kamu bisa ajah."

***

Wednesday, August 12, 2026

Bukan Kemauan Rakyat, tapi yang Bayar Rakyat

 

Ilustrasi Chatgpt 

Begitulah kelakuan Raja Sing Go Wo selalu saja membuat tensi darah rakyatnya naik. 

Semua ide dalam pikirannya tidak ada satu pun yang prorakyat. Sebutlah contohnya pendirian kios kerajaan di desa-desa dengan uang hasil ngutang dari luar negeri. Padahal rakyat di sana tidak ada yang menginginkan pendirian kios seperti itu dan ujung-ujungnya mereka lah yang melunasinya dengan pajak.

Meskipun pelunasan utang pemerintah sangat membebani rakyat, sang raja tidak peduli. Ya, pajak dan pajak. Pajak di sana terus diperluas, semisal pendapatan pedagang kecil juga dikenai pajak. 

Bagi raja, terpenting dirinya senang dan puas dengan segala program yang dijalankannya. Lalu, dengan bangganya dia menilai dirinya sudah berhasil. Bahkan, pria bertubuh gempal tersebut menganggap dirinya sebagai manusia tertinggi di dunia. Ya, satu tingkat di bawah Tuhan. 

Dan entahlah, mungkin suatu saat nanti bisa saja dia menyebut dirinya lebih tinggi daripada Tuhan. Kesombongannya inilah yang membuat dia kian berlaku seenaknya. Rakyat di Kerajaan Sim Pa itu pun hanya bisa menahan kesedihan dan kepedihan di bawah kepemimpinannya. 

***

Tuesday, August 11, 2026

Presiden: Untuk Apa Kita Merdeka kalau Tak Bisa Berikan Pekerjaan dan Gaji yang Cukup kepada Rakyat

 

Ilustrasi Pixabay 

Presiden sangat marah kepada sebagian pejabat yang sangat ingin melaksanakan program makan minum gratis (MMG). Hal ini disampaikannya dalam sebuah pidato di Istana Negara, Rabu (11/7/4078).

"Untuk apa kalian memikirkan masalah memberikan makan dan minum! Hidup ini bukan hanya perkara makan dan minum gratis, tetapi bagaimana caranya agar bisa makan dan minum yang layak! Ya caranya dengan kita berikan pekerjaan dan gaji yang cukup kepada rakyat!"

Perkataan Presiden Pascabawang Sebatang itu pun membuat publik terpukau. Masyarakat yang telah merasakan Program Mulailah Bekerja dan Gajian (MBG) sangat senang dengan pidato tersebut.

"Presiden kita memang pemikirannya sangat luar biasa. Beliau tahu betul bagaimana cara agar rakyat tidak kelaparan dan kehausan. Beda sekali dengan sebagian pejabat yang berpikir instan, 'kalau rakyat lapar dan haus, berikan makanan dan minuman.'  Kita harus bersyukur sekali memiliki presiden seperti beliau."

"Ya, benar sekali katamu. Aku sependapat. Entahlah mengapa masih ada sebagian pejabat yang tidak kompeten dalam hal pangan rakyat."

"Mereka menganggap rakyat bagaikan hewan yang cukup dikasih makan dan minum biar gemuk."

"Selain itu, mereka dengan mudahnya ingin menggunakan anggaran negara untuk hal tersebut. Jika itu dilakukan, sudah dipastikan Negara Tapihay ini menjadi bangkrut karena anggaran negara akan habis demi program makan dan minum gratis."

"Lalu mereka memungut pajak secara brutal dan berutang kepada pihak luar negeri."

"Yang menanggung utang itu pun rakyat."

"Akhirnya rakyat menjadi sengsara."

"Maka, katakan 'tidak' kepada sebagian pejabat yang demikian itu."

***


Efisien Anggaran Menggerus Dana Penting

Ilustrasi Chatgpt 


"Aku tak habis pikir dengan presiden negara tetangga kita. Bagaimana bisa demi mendanai kebutuhan sekunder, yakni minum air.hujan gratis, dana penting dikorbankan."

"Itu sebenarnya keinginan bos besar di belakang si presiden."

"Iya sih, tapi mengapa juga Presiden Tu Pai Hon itu iya-iya aja jika diperintah oleh bos besarnya? Padahal jelas-jelas isi perintah tersebut salah."

"Kalau dia melawan, pasti dirinya langsung diberhentikan dari jabatannya sebagai Presiden Republik Jelang Ray. Ingat! Bos besarnya orang yang sangat berpengaruh di dunia."

"Beda sekali dengan zaman dulu."

"Maksudmu?"

"Masih ingat, "kan dengan kisah Kerajaan Yoiyo?"

"Owh iya ya. Pemimpin Pasukan Wakaupo berbalik menyerang orang besar yang membantunya mengalahkan Raja Layahwang. Kemudian dia mandiri dalam memerintah kerajaannya sendiri tanpa didikte orang besar dari Dinasti Tuan tersebut."

"Kalau Presiden Tu Pai Hon sebaliknya. Dirinya bermental pengecut. Tidak ada karakter sebagai negarawan sedikit pun dalam dirinya."

"Memangnya dana penting apa yang dipangkas itu?"

"Dana untuk peserta pengibaran bendera dalam peringatan kemerdekaan negara tersebut."

"Parah."

***

Monday, August 10, 2026

Legenda Presiden Direktur PT Pulp Kertas Jadi Raja

Ilustrasi Chatgpt 

Dua ribu tahun yang lalu berdiri sebuah kerajaan di lereng Gunung Sawon Lahaw. Raja pertama di sana bernama Ing Kian Liy. Sebelumnya dia menjadi panglima di kerajaan lain, yakni Sopikay yang hancur diserang Kerajaan Jiahu. 

Setelah berhasil mendirikan kerajaannya, dia fokus pada pendapatan negara. Mulai dari pabrik pulp kertas hingga mobil tenaga angin. 

Perusahaan-perusahaan itu dipimpin langsung oleh anak-anaknya. Sebutlah misalnya PT Pulp Kuini Segar Kaya dipimpin putra pertamanya yang bernama Pajur Naya Suanto. Dan, setelah sang raja pertama wafat, secara otomatis Pangeran Pajur naik tahta.

Tentu saja kebijakan-kebijakannya tak lepas dari keahliannya di bidang perkertasan. Mulai dari pembukaan hutan untuk swasembada pangan yang secara langsung juga mendukung perusahaan pulp kertas yang ditanganinya. Ya, pohon-pohon yang ditebang diambil serat selulosa kayunya. Serat ini nantinya dijadikan pulp atau bubur kertas yang menjadi bahan baku pembuatan kertas. 

Kemudian kebijakan lainnya, seperti perombakan buku-buku pelajaran dari tingkat dasar sampai menengah atas juga mendukung perusahaan pulp kertas tersebut. Dengan adanya perombakan itu, maka akan dicetak buku-buku baru dengan menggunakan kertas hasil produksi PT Pulp Kuini Segar Kaya yang dipimpinnya.

***

Sunday, August 9, 2026

Sekolah Hancur Tak Masalah, Kecerdasan Bukan dari Sekolah

Ilustrasi Chatgpt 

"Presiden Seng Gol Cot bilang kecerdasan bukan dari sekolah. Kamu percaya ga?"

"Itu Presiden Republik Jaknehi, 'kan?"

"Benar. Percaya nggak?"

"Kalau nggak ada sekolah, lantas proses belajar-mengajar di mana? 

"Ha ha ha di hutan bareng harimau dan singa."

"Sejak dulu, sekolah itu tempat para guru mengajar dan mendidik dan ruang belajar bagi siswa-siswi menimba ilmu pengetahuan guna mengasah kecerdasan mereka."

"Ya, benar sekali."

"Kecerdasan, baik intelektual, emosional, maupun lainnya dipupuk sejak dini dan salah satunya di sekolah. Jadi, kalau kecerdasan bukan dari sekolah itu lebih condong pada penghapusan sekolah. Aku khawatir di negara itu bakal tidak ada lagi sekolah."

"Wah mengerikan abis."

Ya, meski demikian dengan tidak adanya sekolah, maka anggaran negara di sana akan lebih bisa dihemat. Uangnya bisa untuk program yang menguntungkan pemerintah, khususnya Presiden Seng Gol Cot."

"Iya juga sih. Tanpa sekolah berarti tanpa pengeluaran negara di bidang pendidikan."

"Yaaaa setidaknya untuk tahun 3089 ini tidak perlu ada perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan. Selain itu akses ke sekolah juga tidak perlu dipikirkan. Biarkan saja anak-anak berenang terlebih dahulu untuk bisa sampai di sekolah mereka. Toh sekolah itu tidak penting. Sebab, Presiden Seng berprinsip bahwa kecerdasan bukan dari sekolah."

***