![]() |
| Ilustrasi: Chatgpt |
"Negara kita sudah sangat rusak. Koruptor di mana-mana. Mulai dari tingkat ketua rt hingga presiden. Ya, saya sendiri merupakan perusak pegara ini dengan menjadi dalang korupsi. Saya perintahkan menteri-menteri saya untuk korupsi dan hasilnya saya yang menikmati. Sementara mereka dihukum. Tapi, tenang saja! Mereka hanya dihukum ringan. Setelah hari pertama masuk penjara pun langsung bisa meninggalkan sel secara diam-diam. Lalu akan mendapatkan pengurangan masa kurungan."
Begitulah perkataan jujur Presiden Wong Tong saat diwawancarai banyak wartawan di Istana Negara. Ya, presiden berjuluk Raja Joget itu memang terkenal gemar blak-blakan. Dirinya tidak suka menyembunyikan keburukannya sendiri dan juga keburukan anak-anak buahnya.
Selain korupsi, Republik Halusinasia itu dirusak dengan penghamburan anggaran belanja negara secara brutal oleh Sang Raja Joget itu. Contohnya program makan kue kering gratis. Program ini sungguh menelan anggaran yang sangat besar. Parahnya lagi, untuk bisa menjalankannya, terjadi pemotongan anggaran di setiap sektor yang ada. Misalnya pemotongan anggaran di Perpustakaan Pusat Negara. Dengan pemotongan tersebut, pihak perpustakaan tidak bisa lagi menyalurkan buku-buku ke daerah pelosok. Sehingga, warga di sana tidak bisa membaca buku-buku baru dan hasilnya tidak ada peningkatan pengetahuan di dalam otak mereka.
Mengenai pajak? Pajak di sana begitu mencekik rakyat. Atas perintah Presiden Wong Tong, petugas pajak mengejar rakyat yang belum bayar pajak hingga di dalam toilet sekalipun. Rakyat di negara itu bagai buronan kelas kakap. Jika tak mau bayar pajak, yang bersangkutan akan dipenjara.
Sungguh negara tersebut sudah sangat rusak.














