Thursday, August 6, 2026

Kembalikan Hak Para Monyet

 

Ilustrasi Chatgpt 

Sejak beberapa hari lalu hingga sekarang begitu banyak berseliweran video yang memperlihatkan aktivitas manusia menangkap  monyet-monyet liar. Para makhluk berekor panjang ini memasuki dan menempati area permukiman di Tembilahan. Konon, sudah 18 warga menjadi korban penyerangan mereka. 

Kalau diperhatikan, apanya yang salah? Ada apa sebenarnya sehingga hal itu bisa terjadi? 

Hemat kata, ini tak lepas dari yang namanya hak. Ya, hak para monyet di dunia ini. Mereka berhak hidup nyaman dengan makanan yang disediakan di alam lepas. Lebih tepatnya di habitat mereka sendiri. Jika terjadi kerusakan lingkungan di sana, tentu akan terjadi masalah. 

Dengan perkataan yang lebih mudah dipahami, ketersediaan makanan dan minuman serta tempat tinggal mereka sedang mengalam gangguan. Itulah sebabnya, para monyet pasti mencari area yang menyediakan hak mereka. Area itu bisa berupa hutan lain atau bisa juga permukiman manusia. 

Setelah menemukan area yang ideal, mereka akan tinggal di sana. Dengan kata lain, area itu "mereka duduki". Siapa pun yang tinggal di area baru mereka tersebut, para monyet ini pasti akan menyerangnya. Benar, baik manusia, maupun hewan, seperti kucing dan sebagainya yang ada di sana mereka usir.

Lantas bagaimana agar mereka tidak terus-menerus menjadi penjajah di area baru itu? 

Orang bijak berkata, "Kembalikan hak para monyet, maka hidup kalian akan aman dan nyaman." Artinya, kembalikan hutan yang menjadi habitat mereka. Kalau sudah rusak, segeralah diperbaiki. 

Pertanyaan selanjutnya, sementara hutan yang rusak belum selesai direboisasi, di mana mereka ditempatkan? 

Tentu saja proses reboisasi memakan waktu yang panjang. Dan, para monyet juga tidak bisa didiamkan tinggal di permukiman warga selama itu. Maka, jawaban yang agaknya ideal adalah di area yang menyediakan fasilitas yang layak untuk kehidupan mereka. Bisa berupa hutan alami, bisa juga hasil rekayasa. Terpenting mereka bisa hidup aman dan nyaman.


Wednesday, August 5, 2026

Negara yang Itu Jadi Sorotan Internasional? Semua Negara memang Begitu

Ilustrasi Chatgpt 

"Adakah sebuah negara tanpa intelijen asing?"

"Itu pertanyaan konyol. Sebab, jawabannya sudah jelas" 

"Ha ha ha emang konyol. Setiap negara pasti ada intelijen asing yang secara rutin memberikan laporan detail ke negara asal mereka masing-masing. Artinya, semua negara mendapatkan perhatian dan sorotan oleh dunia internasional."

"Yap betul sekali.'

"Tapi, sorotan terhadap negara yang itu adalah pengecualian."

"Pengecualian?"

"Ya, pengecualian."

"Maksudmu ini pengecualian tentang apa?"

"Negara itu benar-benar menjadi sorotan internasional secara terbuka, bukan diam-diam."

"Jadi, ini bukan tentang kerja intelijen asing yang sembunyi-sembunyi?"

"Anggaplah disoroti intelejen massal. Banyak orang menyorotinya karena ulah presiden di negara itu."

"Wow! Biar kutebak. Nama negara tersebut adalah Republik Negaya dan nama presidennya Playbuku Zoobangkong."

"Waaaah kamu hebat bisa menebak dengan sangat tepat."

"Negara dan presiden itu memang sedang naik daun saat ini. Banyak pakar dunia mengatakan negara tersebut sedang berada di ambang kebangkrutan nyata."

"Betapa tidak? Semua program pemerintah di sana begitu menguras anggaran belanja."

"Alhasil, utang negara itu kian meninggi, nilai mata uang mereka terus melemah. Dan, parahnya semuanya dibebankan kepada rakyat lewat pajak yang berlapis-lapis. Demonstrasi pun pecah di setiap provinsi yang ada di sana."

"Akan tetapi, Presiden Playbuku Zoobangkong tetap antikritik. Bahkan, dirinya sering mengklaim dirinya sudah banyak meraih keberhasilan fiktif yang membuat rakyat di sana kian marah."

"Mungkinkah negara tersebut benar-benar akan sesuai seperti yang pernah dia katakan bahwa tahun 2033 sudah tiada di dunia?"

"Jika melihat situasi dan kondisi di sana, ada kemungkinan akan demikian."

***

Rakyat Ditakuti Pemerintah?

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Lagi heboh nih!'

"Soal apaan?"

"Ini...!"

"Iya, ini apa?"

"Pemerintah di negara tetangga kita takut ama rakyat."

"Rakyat yang mana?"

"Rakyat di sana."

"Kok bisa takut?"

"Jelas takut lah."

"Maksud aku, alasannya kenapa kok bisa takut?"

"Mereka berencana mengadakan demonstrasi besar-besaran."

"Kapan?"

"Saat hari ulang tahun kemerdekaan mereka."

"Kalau tak salah ingat, tanggal 20 September, 'kan?"

"Tepat sekali."

"Parah sih emang di negara itu. Presidennya gemar menghamburkan uang rakyat demi masa jabatan dua periodenya."

"Ya, dia mengklaim sudah menciptakan satu juta lapangan kerja, misalnya. Padahal semuanya itu dari uang rakyat, bukan hasil dari kinerjanya menggenjot perusahaan milik negara."

"Lapangan kerja tercipta, tapi pemutusan hubungan kerja lebih banyak lagi akibat program raksasa yang menguras isi tabungan negara tersebut."

"Sudah begitu, rakyat yang dipecat masih dipalak dengan pajak."

"Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga pula."

"Pantas saja demonstrasi tak berkesudahan di negara berjuluk Api Timur itu."

"Dan, pemerintah yang dipimpin Presiden Kayak Gi An itu pun takut juga kepada rakyat yang akan berdemo besar-besaran."

***

Tuesday, August 4, 2026

Di Jepang Ada Pemadaman Listrik Bergilir Sebulan Lebih?

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Kalau aku belum pernah.dengar ada pemadaman listrik seperti itu di sana."

"Ya emang nggak ada. Siapa sih yang nyebarin berita hoax kek gitu?'

"Ga tahu juga siapa yang pertama kali menghembuskannya ke publik."

"Kurang kerjaan."

"Nah kalau di negara tetangga kita ada. Bahkan sampai detik ini masih terjadi pemadaman bergilir dan berkepanjangan."

"Udah gitu, setiap hari lagi. Hadeeeuh parah banget ga sih"

"Parah abis. Hari gini gitu lho masih saja ada pemadaman bergilir setiap hari selama sebulan  lebih."

"Harusnya ga gitu-gitu banget kali. Kasihan rakyat di sana."

"Iya. Di negara kita, misalnya, sistem kelistrikan sangat andal dan stabil."

"Kalau ada pemadaman listrik hanya dilakukan karena alasan darurat, seperti saat ada gempa dan durasinya sangat singkat."

"Di negara tetangga kita itu emang semuanya kayak dibikin ribet dan banyak kekurangnya."

"Pemerintah di sana sangat tidak kompeten dalam bekerja. Terlebih presidennya yang gemar melakukan pemborosan anggaran."

"Benar. Sudah tahu negaranya sedang defisit anggaran, eh dia tetap aja ngotot bikin ini, bikin itu. Apa ya istilahnya? Kayak sengaja gitu lho pengen ngehancurin negaranya sendiri."

"Dia bukannya antek asing?"

"Sejak dulu emang iya. Setelah berstatus presiden, dirinya kian menjadi-jadi sebagai antek asing."

"Dan, orang sana nyebutnya Barat Hitam."

"Agaknya Negara Markotop akan sirna jika Presiden Wong Tu Wo itu tetap semangat menjadi Barat Hitam' yang selalu proasing."

***

Sunday, August 2, 2026

Rakyat Dia Musuhi, KOK Ingin Jadi Mediator Dua Negara yang Berseteru?

Presiden Republik Pajakiya: Chatgpt 

"Eh kamu denger ga soal presiden tetangga kita ingin menjadi mediator untuk mendamaikan dua negara yang sedang berkonflik?"

"Kemarin sih aku dengernya dia siap menjadi penengah dalam konflik kedua negara yang berbeda haluan itu."

"Gimana menurutmu?"

"Ha ha ha mana bisa?"

"Bener banget. Negara sebesar kita saja tidak mau ikut campur urusan keduanya. Itu konflik yang pelik sekali."

"Konflik berkepanjangan."

"Sudah puluhan tahun."

"Dan, memang dipelihara oleh dua blok besar sebagai perang proxy."

"Dari sanalah negara-negara besar bisa melihat capaian persenjataan masing-masing."

"Jadi, mana mungkin presiden negara tetangga kita itu bisa mendamaikan keduanya. Lebih baik dirinya fokus pada utang negaranya dan juga rakyatnya yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan."

"Nah itu baru benar. Utang dan rakyat. Bicara soal rakyatnya, dia sendiri bermasalah. Dirinya tidak prorakyat. Dia memusuhi rakyatnya sendiri. Rakyatnya sedang kesusahan malah dia ledek dengan nyinyiran jahat. Benar-benar parah."

"Seorang presiden yang memusuhi rakyatnya sendiri kok mau jadi mediator untuk mendamaikan dua negara yang berkonflik. Yang dikhawatirkan adalah, konflik kedua negara tersebut malah kian memanas dengan keberadaannya di sana."

"Sungguh bencana besar bagi rakyat di Negara Republik Pajakiya memiliki seorang presiden seperti itu."

***

Demonstrasi= Reaksi, maka Tidak Ada yang Membayar

Ilustrasi Chatgpt 

"Presiden Tugedebug selalu memfitnah para demonstran murni itu dibayar."

"Dia mengarang cerita bahwa dirinya tahu siapa yang membayar para demonstran di sana."

"Itu untuk membohongi masyarakat agar dirinya selalu terkesan berhasil dalam segala kebijakan-kebijakan pemerintahannya."

"Ya, dengan fitnah tersebut dia ingin masyarakat berpikiran bahwa demonstrasi bukanlah reaksi atas kegagalannya."

"Tapi, masyarakat di sana sudah cerdas. Mereka tahu bahwasannya demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa dan beberapa kalangan, seperti tukang ojek merupakan reaksi atas gagalnya Presiden Tugedebug dalam menyejahterakan rakyat."

"Defisitnya anggaran, jatuhnya nilai mata uang negara mereka, juga kian memuncaknya utang, dan perluasan pajak hingga menyasar masyarakat bawah, adalah buktinya kegagalan sang presiden yang nyata.

"Jadi, sia-sia saja dirinya melemparkan isu bahwa dia tahu siapa yang membayar para jutaan demonstran."

"Menurutku, presiden gendut itu cara berpikirnya sangat kuno."

"Benar. Dirinya masih berpikir bahwa masyarakat di sana saat ini sama dengan masyarakat waktu dirinya masih muda."

"Padahal pikiran masyarakat di negara tersebut sudah berada di tengah-tengah informasi digital sehingga bisa melihat fenomena nyata dari waktu ke waktu secara cepat."

"Kalau seperti itu terus, aku yakin dirinya sebentar lagi akan tumbang meskipun ia didukung asing dari negara-negara maju."

"Para pemimpin negara maju pasti akan mencari orang lain yang lebih bisa menenangkan rakyat di negara itu agar tercipta tatanan kehidupan yang mereka inginkan di sana."

"Tatanan yang menguntungkan mereka."

"Tepat sekali."

"Minimal sekali mereka akan mencari orang yang tidak hobi berpidato asal bunyi."

"Ha ha ha ha. Pidato Presiden Tugedebug memang bikin ketawa. Dia seharusnya bukan jadi presiden, melainkan pelawak yang menghibur banyak orang."

"Aku berharap dirinya segera turun dari kursi presiden dan segera menjadi pelawak sejati seperti Mr. Bean."

***

Demo dan Demo Besar di Negara Tetangga

Ilustrasi Chatgpt 

"Yaaaah, bagaimana rakyat di sana ngga demo, presidennya aja asal bunyi kalau ngomong. Benar ga?"

"Selain itu, yang dia disebut sebagai kebijakan pemerintah, sungguh menyiksa rakyatnya."

"Oh benar sekali. Program minum bir gratis, misalnya, sangat menguras anggaran belanja negara itu."

"Pendirian Koperasi Buah Bibir juga sama. Keduanya menguras anggaran belanja yang sebenarnya harus dihemat."

"Kata 'hemat' sangat jauh dari jiwa presiden mereka. Yang ada adalah kata 'boros'. Sungguh sangat disayangkan."

"Padahal negara mereka termasuk kategori negara kaya utang."

"Dan, yang punya utang pastilah miskin. Jika kaya, ngapain ngutang?"

"Di situlah titik munculnya api perlawanan rakyat kepada penguasa mereka di negara tersebut."

"Betul banget. Semua utang yang digunakan untuk pemborosan itu, rakyat lah yang membayarnya dengan pajak. Saking miskinnya, pemerintah di sana memburu rakyat yang belum membayar pajak."

"Kehidupan rakyat di sana bak gambaran kehidupan di neraka. Lebih parah daripada saat leluhur mereka dijajah bangsa lain."

"Sebagian rakyat di sana sampai meminta keturunan para penjajah masa lalu itu kembali melanjutkan penjajahan di sana."

"Artinya, rakyat di Negara Cincin Cincin itu sudah benar-benar frustasi."

"Sungguh kasihan mereka yang hidup di bawah presiden super zalim."

"Dan, aku pikir demonstrasi akan semakin besar di sana."

"Sangat berpotensi menjelma revolusi yang dahsyat."

***