![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Pajak rakyat kian merajalela. Bukan hanya pendapatan luring, yang daring pun disedot pemerintah. Alhasil, harga barang semakin melonjak.
Dulu, hanya barang-barang yang kena cukai harganya menggunung. Sebutlah harga mobil impor. Kini, semua harga melesat bagai roket.
Negara Jahila memang benar-benar sudah bangkrut. Bahkan mereka tidak bisa lagi mendapatkan utangan dengan jumlah besar. Pihak luar sudah tidak percaya lagi kepada pemerintah negara tersebut. Betapa tidak? Anggaran negara di sana mereka bakar sesuka hati dalam program-program di luar nalar. Sebutlah dua contohnya, yakni makan buah gratis (MBG) dan usaha kota (UK). Keduanya benar-benar membakar anggaran negara tersebut habis-habisan.
Padahal sejak awal para pengamat ekonomi sudah memberikan peringatan keras terhadap hal itu, tapi presiden di sana sangatlah sombong dan arogan. Dia tidak mau mendengarkan masukan dari orang-orang pintar. Dirinya merasa yang paling benar. Tapi kenyataannya sungguh memperihatinkan.
Dengan kebangkrutan tersebut, hanya pajaklah tumpuan di sana. Pajak diperluas. Yang semula tidak dikenai pajak, sekarang kena pajak. Rakyat di Negara Jahila sungguh mendapatkan beban hidup luar biasa. Sudah begitu, mereka diancam presiden dan menteri di sana untuk segera angkat kaki dari negara tersebut jika tak setuju dengan pemerintah.
Bisa dibayangkan kalau mereka benar-benar angkat kaki dari sana. Siapa yang membayar pajak? Sudah dipastikan negara itu langsung knock-out. Tak bisa bangkit lagi.














